Beranda > Permotoran > Testimoni Buram Suzuki Sprinter

Testimoni Buram Suzuki Sprinter


    Sedikit flash back sekitar tahun 1989,kala itu Aku masih sangat muda remaja,atau istilah sekarang ABG getuh. Selayaknya ABG yang baru beralih dari sepeda pancal & mulai coba coba bawa motor,pinjam punya teman (lebih tepatnya punyaan bapaknya teman yang difasilitaskan ke anaknya🙂 ) Sempat beberapa kali ngejajal Suzuki Sprinter.

    Kali pertama melihat terkesan aneh, teman teman bilang mirip “edekewer”. Edekewer itu sebenarnya motor bermerk DKW,motor ber cc kecil dengan pedal pengayuh untuk starternya,yang pada tahun tahun itu masih digunakan sebagai motor inventaris pemerintah. Maklum pengetahuan tentang motor sangat minim,jadi cukup disebut dekawe/dekewer saja. Teman teman lainpun tidak membantah akan sebutan dekewer untuk sang pelari ini.

Salah satu jenis motor DKW

Salah satu jenis motor DKW

    Aku masih ingat iklan berwarna di harian kompas berukuran setengah halaman,digambarkan seorang rider mengendarai suzuki sprinter dengan posisi setengah nunduk dibayang bayangi siluet macan di belakangnya. Dilengkapi tulisan fitur fitur unggulannya. seingatku di halaman lainnya piaggio juga lagi pasang iklan Corsa,matic pertamanya.

     Kembali ke sprinter punya teman bapaknya teman tadi,sedikit impresi yang kuingat, bentuknya rada imut,jok empuk (tebal) panel speedometer menyerupai RC 100,frame kaca spion pun menyerupai RC100,handling ringan,tenaga terasa full pada tarikan awal,sembribit (soale nggak punya tebeng sayap) Perpindahan posisi transmisi sangat ringan,suara dari knalpot juga lumayan nyaman di kuping.

Suzuki Sprinter (copy dari  toko bagus)

Suzuki Sprinter (copy dari toko bagus)

Suzuki Sprinter (copy dari toko bagus)

Suzuki Sprinter (copy dari toko bagus)

Suzuki Sprinter (copy toko bagus)

Suzuki Sprinter (copy toko bagus)

    Hal kekurangan dari suzuki sprinter adalah sistim pengereman yang masih tromol depan belakang,tapi pada masa itu soal rem depan belakang tromol masih lazim & tidak dipersoalkan oleh masyarakat pengguna R2. Soal monoshock juga belum jadi isu mengemuka,orang orang masih cukup dengan shock stereonya. Hanya saja soal design body sepertinya belum bisa menarik banyak orang untuk memboyong ke garasi rumah. Lebih banyak ketemu suzuki crystal daripada sprinter kalau lagi di jalan. Tentang harga barunya sayang sekali Aku tidak ingat (terlebih belum bisa beli :)) mungkin dari sobat pembaca bisa melengkapi.  Selama beberapa kali nyemplak memang terasa lebih gesit dibanding RC100,ground clearance juga cukup pas,penempatan striping bodynya juga tidak banyak warna terkesan  elegan dengan penempatan yang pas. Terlebih diperkuat dengan warna hitam untuk blok mesin terlihat makin lugas.

    Sayang sekali sang pelari ini tidak diberi umur panjang untuk produksinya. Hanya beberapa tahun saja sudah diskontinyu. Hingga di masa sekarang keberadaannya juga sudah sangat jarang. Sudah sekitar 15 tahun Aku tidak bertemu langsung dengan sang pelari …

    Buat sobat yang mau menambahi informasi & diskusi silahkan ditulis di ruang komentar .

Sumber:

http://pontianak.olx.co.id/dijual-motor-tua-dkw-dan-vespa-iid-209571799

Kategori:Permotoran
  1. cicakdindingkreatip
  2. redbike92
    29 Juli 2013 pukul 13:39

    perasaan pernah lihat motor ini deh
    sayang kondisinya udah memprihatinkan
    *gitu2 larinya kenceng lho – stefanie aja ngejarnya ngos-ngosan :p

  3. 29 Juli 2013 pukul 18:26

    Nyaman & antep dipakainya.

  4. 3 Agustus 2013 pukul 04:08

    sering lihat tapi nggak pernah nyoba :mrgreen:

    • 3 Agustus 2013 pukul 04:19

      Wooh masih banyak ya di daerah Mas Sayur ?

      • 3 Agustus 2013 pukul 07:37

        nggak banyak juga sich…
        ada beberapa sisanya… 😉

        • 9 Agustus 2013 pukul 01:15

          Di daerah mana Mas Sayur? saya tertarik banget sama motor ini🙂

  5. Agus Sugiarto
    26 Januari 2014 pukul 06:04

    aku masih punya nih sprinter mbahnya FU….,

  6. Bawanti
    6 Juli 2015 pukul 21:52

    ak msh pya sprinter rc 100 wasiat dr babe q….
    msh jost…nenek moyang dr FU

    • 9 Oktober 2016 pukul 01:06

      Barang antik Bro,jangan dijual🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: