Beranda > Opiniku, Permotoran > Old Blade Kurang Peminat,Apa Sebabnya ?

Old Blade Kurang Peminat,Apa Sebabnya ?


    Kadang kalau lagi baca baca artikel otomotif,nemu sedikit ulasan atau komentar yang ada tulisan tentang kurang lakunya honda blade versi lama. Sebagian besar menunjuk ke design head lamp yang penempatannya ada di front cover atau kadang disebut “lampu bego” itu mungkin juga jadi penyebabnya.

    Sedikit berpendapat secara opini pribadi saja kali ini,yang beda pendapat atau mau menambahi boleh🙂. Kalau pendapatku itu karena  pricing yang tidak pas. Menyimak lagi price list edisi lama,bulan april 2011 saat type ini masih beredar belum discontinue,saat itu blade orange dihargai OTR Rp 13.888.000 & Rp 13.738.000 untuk yang biasa (lebih murah Rp 150.000). Masih di bulan yang sama & price list yang sama,ada moped lain yang bermesin sama ABS Revo CW harga OTR Rp 13.183.000 (beda Rp 555.000 dengan blade biasa) atau juga tengok harga paling bawah Revo fit yang OTR Rp 11.203.000) maka makin jauh pula selisihnya.

Blade 2010/2011

Blade 2010/2011

    Sebagaimana sudah kita pahami,konsumen R2 itu beragam maunya & latar belakangnya. Ada segment tertentu yang cukup sensitif soal harga,untuk mesin yang sama kenapa tidak cari yanglebih murah,toh masih dari merek yang sama. Hal mirip mirip begitu juga saat memilih lembaga pembiayaan,pilih yang paling ringan DP & angsurannya. Hal begini wajar saja.

    Ada juga tipikal konsumen yang tidak terlalu sensitif harga. Sedikit lebih mahal tak apalah untuk menebus sedikit tambahan fitur atau design.

    Opini lanjutannya nih…,Old blade bisa lanjut kalau harganya disetting mepet ke ABS Revo,& dari temuan di lapangan di masa sekarang type ini masih ada saja yang cari terutama yang orange. Soal lampu bego menurutku itu hanya ridernya yang belum biasa,lihat contoh untuk motor sport berfairing,atau beberapa jenis matic itu juga lampu tidak ikut stang.

    Terakhir… mungkin nggak ya honda bikin CS1 berbody blade?😀

Kategori:Opiniku, Permotoran
  1. 6 Mei 2013 pukul 11:24

    bentuknya kurang racing, padahal temanya racing
    http://sarikurnia980.wordpress.com/

    • 6 Mei 2013 pukul 23:14

      Ya,itu juga jadi point kekurangannya..

  2. kasamago
    10 Mei 2013 pukul 16:38

    ane mlh lbh suka blade ini ktmbang blade skrng.. unik

    • 10 Mei 2013 pukul 23:09

      Sebagian konsumen juga demen yang model ini. Dipasaran mokas juga cepet lakunya. Mungkin karena populasinya yang tidak banyak.

  3. Riyan
    17 Mei 2013 pukul 13:46

    Kalo aku prefer ke model ini desain ramping dan gak pasaran, kalo new blade kelihatan gambot dan kurang lincah. Milih yang edisi repsol karena sangat jarang motor di indonesia dibranded seperti ini, semacem limited edition lah. dulu jaman 2 tak ada yamaha FIZ-R edisi Caltex. kalo bisa dipiara terus om. bisa buat warisan cucu kita 20 th mendatang…

    • 17 Mei 2013 pukul 14:08

      Iya Kang Riyan. hal Itu dulu juga jadi pertimbangan saat milih blade ini. Di Suzuki smash juga ada yang livery GP. Saya senang yang edisi tertentu. Mudah mudahan awet🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: