Angkrek


    Lain dulu lain sekarang. Anak anak pada kecilku dulu terbiasa bermain dengan mainan tradisional buatan tangan & berbahan kertas bekas atau dari bahan alam di sekitar murah & hemat bahkan tanpa beli karena dibuatkan oleh orang tua atau dibuat sendiri. Kadang ada juga yang beli dari pedagang mainan yang berkeliling dari kampung ke kampung.

    Rencana ke depan nanti “Blog Bebas” secara berkala akan mengulas mainan mainan tradisional,yang di masa sekarang sudah jarang dimainkan. Sebagai pengingat saja sebelum terlupakan & punah. Mudah mudahan ada manfaatnya.

    Pada bahasan awal ini akan membahas mainan “Angkrek” Berbentuk figur orang orang berpakaian tradisional dengan bilah bambu menjepit ditengah bagian angkrek yang terbuat dari kertas karton. Jangan kaget bila ketemu sama angkrek karena tampilan muka & belakang tidak sinkron. Dimuka terlihat bentuk orang tapi dibelakang tulisan merek rokok atau produk jualan lain,harap dimaklumi bahwa bahannya dari kertas bekas,karton bungkus pack rokok,atau produk lain. Pengerjaanya juga “hand made” banget,jadi presisi antara yang satu & yang lain tidak sama persis. Tampilannya bisa dilihat di foto berikut;

Angkrek

Angkrek versi tradisional

Proses Pengerjaan Angkrek

Proses Pengerjaan Angkrek

    Sebagai mana di jelaskan di atas bahwa Angkrek adalah mainan terbuat dari lembaran kardus dengan bilah bambu sebagai tulangan & benang sebagai penarik. Bentuknya menyerupai figur manusia . Memainkannya hanya dengan menarik benang yang terkait dengan pangkal ke dua tangan & kakinya. Sekali tarik maka kaki & tangan bergerak bersamaan.

    Seiring perkembangan,angkrek juga mengalami evolusi. Tampilannya sudah bergeser mendekat ke figur yang dikenal anak anak semacam robot,Dora,atau juga tokoh kartun lainnya. Pewarnaannya juga terpola dengan sablon.

Angkrek Versi Sekarang

Angkrek Versi Sekarang

    Wah… jadi pada ingat masa kanak kanak ya  :)  Mau coba bikin sendiri atau buat mass produk ? Silahkan saja …

Materi;

http://yogyakarta.panduanwisata.com/daerah-istimewa-yogyakarta/bantul/desa-pandes-melestarikan-mainan-tradisional/

http://foto.detik.com/readfoto/2011/10/02/164423/1734940/157/4/

http://foto.detik.com/readfoto/2008/06/07/174104/952134/157/6/

 

 

  1. orong-orong
    28 Maret 2013 pukul 16:02

    wow ane pertamax gan

    • 28 Maret 2013 pukul 20:35

      Di sini pertamax mudah Sob, Jarang publikasi nitip nitip jemuran 🙂 Terimakasih sudah singgah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: