Beranda > Kekerabatan, Permotoran, Tentang Aku > Sekitar Satu Jam Dengan AR

Sekitar Satu Jam Dengan AR


    Sekitar tahun 1993,masa itu Aku lagi seneng senengnya dengan kegiatan outdoor. Suka kumpul kumpul sama teman teman yang suka camping,lintas alam dan semacamnya. Lucu juga kalau mengingatnya…,ikut ikutan pakai baju flanel,pakai tas pinggang,beli ransel “Alpina” ,bawa bawa carabiner buat gantungan kunci,pakai topi rimba,celana dengan banyak kantong,beli beli parafin segala .. hehehe… pokoknya huhuy banget😀😀

    Sering nongkrong di depan “Senisono” (gedung kesenian di samping Gedung Agung Yogya) sampai ber jam jam. Dari seringnya bertemu dengan orang orang semacam itu hingga kemudian kenal dengan beberapa orang yang kemudian jadi teman & sahabat. Hal yang awalnya hanya bertegur sapa ngobrol & berbagi rokok,kemudian hari jadi suatu kumpulan kumpulan kecil yang sering saling berkunjung ke rumah. Aku ingat waktu Ibuku masih sugeng pernah bilang “Kalau kamu ada di rumah pasti rumah jadi rame” walaupun tidak benar 100 % tapi paling tidak mendekati kenyataan, soalnya ada saja temen yang datang,entah sekedar singgah main,atau ada perlu pinjam perlengkapan. Paling rame kalau mau ada acara ke gunung, yang datang ke rumah rada banyak, sampai ber jam jam.

    Ada satu teman yang rada unik. Mas Untung namanya. Seorang pemuda nyeni yang sedang merintis usaha kerajinan cinderamata. Selain senang dengan seni melukis,ada hobby lainnya yaitu ngoprek motor. Kalau ngobrol sama Mas Untung selalu saja menarik.

    Mas Untung sering datang ke rumah pakai motor antik entah punya dia atau punya siapa. Pernah bawa motor besar dua langkah BSA semacam peninggalan Belanda yang sudah tidak ketahuan lagi warna aslinya & suaranya mirip Harley Davidson. Kadang bawa motor kecil DKW yang ada pedal goes nya mirip sepeda. Sering juga bawa Honda C70.  Sekali waktu Mas Untung ke rumah bawa motor sport laki (waktu itu belum populer sebutan motor sport,yang dikenal cuma motor bebek & motor laki … hehehe ) Binter AR.

BINtang TERang Kawasaki AR 125

BINtang TERang Kawasaki AR 125

    Mengenai “Binter AR” ini sempat ada satu kenangan buatku. Suatu hari Mas Untung mengajak main ke rumah salah satu rekan yang jaraknya lumayan jauhnya,membonceng  Tentara NICA Mas Untung  . Sepanjang perjalanan ngobrol sambil lalu,sampai satu saat Aku bilang “Mas Untung,Saya itu ndak bisa pakai motor laki” Entah apa reaksinya ( nggak lihat soalnya dia yang di depan) Mas Untung dengan ringan menjawab ” Gampang.. paling sebentar juga bisa, udah aja nanti pulangnya gantian Mas bawa sekalian belajar… gimana ? ” tanpa pertimbangan Aku iyakan.

    Singkat kisah setelah main kerumah teman pulangnya gantian Aku bawa motor.   Sangat beda rasanya mengendarai motor laki ( maklum saat itu Aku tak banyak pengalaman dengan banyak motor, paling sering ya bawa honda grand,atau suzuki RC punya kakak) jadi bawa binter AR itu suatu hal yang benar benar pertama kali.

    Kesulitan awal menurutku adalah menghidupkan mesin. Kick starter terasa berat. Kedua adalah ngatur kopling manual agar mesin tetap hidup. Ketiga tentang pola perpindahan gigi (yang jelas beda dengan type bebek) yang harus disesuaikan dengan tarikan kopling, ke empat  penutup   penyesuaian posisi riding. Selebihnya melaju sesuaikan feeling sendiri, soal speedometer tidak nggubris. Dan selamat sampai rumah. Itu kenangan awal belajar pakai motor laki.

    Tentang motor Binter AR ini, Mas Untung pernah menawari untuk dibeli. Kalau tidak salah ingat ditawarkan seharga Rp 1.500.000. ditambahi keterangan, kalau butuh spare part nanti bisa bantu nyari. Bukannya nggak mau atau nggak minat,tapi nilai uang satu setengah juta di masa itu suatu jumlah yang sangat besar. Boro boro minta uang segitu sama orang tua,minta uang buat beli celana yang rada keren saja Aku nggak berani.  Dan tawaran Mas Untung itu berlalu hingga tak pernah lagi kulihat Binter merah itu lagi,entah di beli sama siapa (mau nanya nggak enak🙂 )

    Hingga di masa sekarang bertahun tahun kemudian sampai masa dua tak lewat tergantikan masa  Vixion,kenangan bersama Binter/Kawasaki AR 125 itu kadang berkelebat di memory…

Note; Akan di upload fotonya Mas Untung

Materi ;

http://azuramengamuk.activeboard.com/t17773725/ar-125/

  1. redbike92
    6 Februari 2013 pukul 00:17

    walah
    belajar sepeda motornya pake Kawasaki AR ya oom😀
    kata ortu sih motor AR125 jaman dulu udah dewa banget, lebih buas dari pada RX-King apalagi GL-Max
    tapi gtw lagi, saya belum lahir oom pas zamannya AR

    btw tanggal di postingnya kok 7 Desember 2012 oom?

    • 6 Februari 2013 pukul 08:09

      Iya, itu juga cuma sekali itu saja pakai AR setelah itu baru RZR. Soal tanggalnya🙂 Jadi gini ceritanya rencana semula seminggu nulis satu, tapi kadang gak sempat,kadang ada ide cuma tulis dikit lalu simpen di konsep,kadang materinya hampir sama jadi dibikin rada senjang sama tulisan lain yang beda😀😀 Mudah mudahan tidak jadi masalah sebagai bahan bacaan saja. Tapi baiknya gimana ya Mas Felix ? Apa dibikin mingguan apa seterbitnya saja ?

      • redbike92
        8 Februari 2013 pukul 11:47

        oalah….
        gitu thow ceritanya
        ya kalau gitu sempat dijadwal ya dijadwal oom
        tapi kalau gak sempat ya seterbitnya aja:mrgreen:
        (pendapat pribadi sih😀 )

        • 8 Februari 2013 pukul 13:55

          Redbike 92 belum ada tulisan baru neh ? 🙂

          • redbike92
            9 Februari 2013 pukul 02:01

            hehehe
            belum oom, ide banyak, tapi bingung mau cari bahan dimana hehehe😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: