Beranda > Album, Kekerabatan, Mudik 2012, Opiniku > Selamat Jalan “Pemuda Pelopor”

Selamat Jalan “Pemuda Pelopor”


    Album ini untuk mengenang Kakak yang telah wafat pada tanggal 16 agustus 2012 lalu. Materi foto dari Wahyu Setiyadi,putra ke tiga Beliau. Tulisan bersumber dari pengalaman pribadi,saudara saudara & keluarga. Hanya sedikit mengulas riwayat hidup Beliau.

SUROTO

SUROTO
Yogyakarta 16-07-1961
 Yogyakarta 16-08-2012

    Terlahir sebagai delapan bersaudara. Dari keluarga sederhana,Beliau bersekolah hanya sampai berijazah SMP (hal yang biasa pada masa masa itu)  Dimasa umuran yang sangat muda Beliau terbiasa mencari uang sendiri untuk mencukupi kebutuhannya & membiayai sekolahnya. Aku ingat mendiang Ibu pernah cerita kalau Beliau pernah mburuh bikin es puter,pernah juga nguli bangunan,kadang jadi tukang becak,pernah juga jadi kernet bis antar kota (kalau bagian ini aku ingat,saat itu aku masih TK,bis itu milik tetangga). Dari semua saudara tampaknya hanya Beliau yang mewarisi jiwa pengusaha dari kakek (dari penuturan mendiang kedua orang tua..,dulu pernah berkisah kalau kakek dari bapak,dulunya adalah pedagang keliling yang berhasil).

    Setelah lulus SMP Beliau memilih kerja,melamar sana sini,pernah juga mendaftar jadi polisi tapi tiada hasil,seingatku belum pernah Beliau memakai pakaian kerja formal,satu satunya yang teringat olehku pakaian formal yang pernah Beliau pakai adalah seragam hansip sewaktu jadi PAM TPS kala masih tri partai zaman orba tahun 80an. Akhirnya Beliau memilih cari kerja non formal seperti sebelum sebelumnya,kali ini di industi kerajinan (tahun 80an industri kerajinan di kota Yogyakarta sedang tumbuh baik). Tidak perlu sampai bertahun tahun,setelah dirasa bisa,Beliau mulai coba memproduksi sendiri,itupun dikerjakan malam hari setelah seharian kerja di tempat kerajinan,hasil produksinya di titip titipkan di pedagang kakilima sekitar Jalan Malioboro. Beberapa bulan berjalan tampaknya sudah ada peningkatan & Beliau memutuskan berhenti dari kerjaan untuk selanjutnya berdiri sendiri dengan usahanya. Tidak berhenti sampai di situ Beliau mulai mencari jalan untuk memasarkan. Dan berkat upayanya dapatlah tempat di jalan Solo/ Jalan Oerip Sumoharjo (tahun 80an perdagangan kakilima di kota Yogyakarta yang ramai ada di Jalan Solo & Jalan Malioboro) tepatnya di depan toko “Cullinan” . Jadi kegiatannya pagi sampai sore produksi setelah itu mandi kemas kemas berangkat jualan sampai malam,sekitar jam sepuluh malam Beliau baru pulang dengan tas ransel hijau & sepeda sanki (orang orang di tempatku biasa menyebut Jengki) warna hijaunya.

    Dalam perjalanan usahanya sempat surut juga,entah atas pertimbangan apa Beliau lebih memfokuskan untuk berdagang kakilima. Saat itu Beliau mulai mencari tempat jualan baru di sepanjang emperan Jalan Malioboro. Berkat kepandaian melobby akhirnya didapatlah satu tempat di depan toko obat “Sinar Sehat” bekas lapak pedagang casette, saat itu Aku sudah sekolah SMP,kadang Aku juga bantu bantu nungguin dagangannya. Beliau masih saja berangkat pulang dengan sepeda sankinya. Masa itu Beliau sudah menikah.

    Tahun tahun di Jalan Malioboro itu Beliau sempat punya relasi orang Jakarta yang buka gallery kerajinan “Rama Collection” di daerah Legian di pulau Bali. Bersama rekanan ini mereka sepakat membuat usaha bersama,Beliau menyiapkan produk & dipasarkan di Bali. Dan mulailah masa masa keemasan Beliau.

    Cukup pesat laju usahanya. Aku juga sempat terlibat dalam hiruk pikuk produksi masa itu. Produksinya sampai ribuan kerajinan tiap bulannya,kadang dikirim lewat cargo,kadang di sewakan truck untuk delivery. Sempat memiliki pegawai lebih dari tigapuluh orang (jumlah yang banyak untuk ukuran home industri) itupun masih kewalahan,tidak cukup untuk memenuhi orderan. Selanjutnya beliau mulai melibatkan para perajin di sekitar & siapa saja yang bisa & mau bekerja sama tergabung di sub kerja “Rama Collection”. Seingatku ada sekitar duapuluhan sub yang tergabung. Selain membantu memberi order kerja,untuk perajin yang hanya punya skill tapi minim modal Beliau membuka toko “Rama Dua” untuk pengadaan bahan kerajinan,bisa bon dahulu & dipotong kemudian setelah setor barang,juga melayani penjualan untuk umum. Sangat luar biasa sibuknya kala itu. Untuk mobilisasi Beliau sudah tidak pakai sepeda lagi, sebuah sepeda motor Suzuki RC 100 warna hitam Beliau pakai untuk operasional,selanjutnya ada beberapa motor lagi. Beliau punya Honda astrea grand yang sering buat wara wiri. Dan belakangan mobil Suzuki carry futura warna putih sering dipakai ke Bali kadang juga dipakai cari bahan ke Magetan.  Terakhir kali mobil carry itu di tukar sama mobil kijang kotak (waktu itu type kapsul belum ada)

    Berkat keberhasilan menghimpun para perajin & menciptakan lapangan kerja,oleh pemprov DIY diajukan untuk jadi pemuda pelopor tingkat nasional…,dan berhasil. Beliau dipanggil ke Jakarta menghadap  Menpora (kala itu) Hayono Isman bersama beberapa wakil dari provinsi lain & mendapatkan penghargaan dari Bp presiden RI waktu itu Bp Soeharto.

1993 Menerima penghargaan sebagai “Pemuda Pelopor Nasional”

    Penghargaan seperti ini bagi orang lain ditanggapi biasa biasa saja,tapi bagi keluarga & terutama kedua orang tua adalah suatu hal yang sangat luar biasa. Penghargaan ini mengartikan bahwa seorang anak yang dilahirkan & dididiknya telah berhasil jadi “orang” Rasa haru & syukur dari Bapak tercermin dari ucapan ucapan Bapak kalau membicarakan hal ini. Seorang anak dari keluarga sangat sederhana bisa sampai ke Menpora & bahkan berjabat tangan dengan presiden RI,kepulangannyapun disambut oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Setelah itu di adakan syukuran di rumah & beberapa waktu kemudian seluruh pegawai & pegawai dari sub kerja beserta keluarga di wisatakan ke objek wisata goa Jati jajar & beberapa tempat wisata lainnya.

    Tahun tahun berlalu sampai masa krisis ekonomi tahun 1997. Para perajin mulai kewalahan mensiasati harga material yang bergerak naik dengan cepat sedangkan harga jual tidak ikut terkerek naik. para perajin mulai tutup satu persatu. Beliau juga termasuk garda terakhir yang menutup usahanya. Untuk tetap survive Beliau coba berbisnis di sektor perikanan. Workshop di belakang rumah di rubah jadi kolam lele,selain itu juga menyewa beberapa kolam di luar kota buat ternak lele. Selain itu Beliau masih mengerjakan pesanan pesanan skala kecil. Kerjasama dengan “Rama Collection” telah berakhir.

    Memasuki tahun 2000an(saat itu aku sudah merantau ke tanah Banten) Beliau sudahtidak berbisnis lele lagi. Hanya ada beberapa karamba berisi ikan nila & lele yang di punya,itupun hanya untuk refreshing saja. Beliau sudah berkonsentrasi di usaha barunya, bisnis jasa foto copy & kertas bekas. Sekitar tahun 2006 karena perusahaan tempat kerjaku di kota Cilegon sedang bermasalah Aku sempat pulang beberapa minggu di Yogyakarta. Sempat beberapa kali ikut di tempat usahanya di kampus UGM fakultas kedokteran. Kadang bantu bantu ngangkut kertas limbah borongan dari kantor kantor untuk di pilah dipack & di jual lagi. Sampai tiba waktunya Aku kembali ke Cilegon. Hal sangat berkesan saat itu Beliau mengantar ke terminal Umbul Harjo dengan sedan peugeot pinjaman dari rekannya. sepanjang perjalanan Beliau memberi nasehat & arahan…,sangat dewasa & kebapakan banget. Motivasi sebagai orang yang merasakan berangkat dari kesusahan & mengalami jatuh bangun dalam hidup sungguh merupakan percakapan sangat berguna.

    Tahun tahun terlewat. kadang kami bertelepon,saling ingin mengetahui kondisi masing masing ataupun obrolan obrolan ringan lain. Beruntung sekali pada masa ini kemajuan teknologi komunikasi demikian maju informasi bisa cepat real time. Melalui jejaring sosial milik putranya kami sempat chatting. tanggal 18-07-2012 beliau menyatakan sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Lewat attachment yang dilampirkan diperlihatkan foto Beliau waktu itu di zaal perawatannya. Masih saja Beliau berpesan agar berhati hati di perantauan & serius bekerja.

18-07-2012  Masih Sempat Chat Dengan Beliau

    Saat itu Aku masih menyangka itu sakit yang bakal sembuh,hingga beberapa hari kemudian ada kakak yang lain menelepon bahwa kesehatannya makin memburuk. Seketika Aku berniat lebaran tahun ini harus pulang.

    Tanggal 16-08-2012 siang. Setelah sempat laporan sama Boss,aku berangkat pulang,lebih cepat satu hari dari liburan yang semestinya. Hanya saja Allah SWT sudah menggariskan lain. Sore itu masih di sekitar Banten adik menelpon mengabarkan bahwa Beliau sudah dipanggil Allah SWT. Terdiam sesaat tak tau berbuat apa,perasaan tak menentu saat itu.

    Tanggal 17-08-2012. Aku masih dalam perjalanan saat itu. Prosesi pemakaman berlangsung dihadiri segenap keluarga,saudara & rekan berikut relasi dan tetangga.

17-08-2012

17-08-2012. Menuju Peristirahatan Terakhir

Semoga Tenang Di SisiNya

    Dan selesai sudah perjalanan Sang Pemuda Pelopor dari kota Yogyakarta.

    Sebagai adik kandung yang sudah lama mengenal Beliau Aku cukup tahu hal kurang & lebihnya. Diluar sisi kekurangannya yang masih bersifat manusiawi ada hal hal baik yang patut diteladani,antara lain sifat mandiri,ulet berusaha, inofatif menghadapi perkembangan jaman,pandai berkomunikasi & negosiator ulung,tidak gamang menghadapi masa depan. bahkan di hari hari terakhirnya semangat untuk sembuhnya sangat besar menandakan Beliau orang yang sangat optimis.

    Mudah mudahan dilapangkan “jalan”nya,di terima segala ibadah & amal kebaikannya,dibukakan pintu maaf seluas luasnya. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan terutama ke lima orang anaknya bisa meneladani & mengambil inti sari dari perjalanan hidup beliau. Bagi teman teman,relasi & orang orang yang pernah mangenal Beliau bila ada suatu kesalahan yang dilakukan oleh Beliau mohon kiranya sudi memaafkan. Juga kalau ada tambahan data,foto foto beliau   mohon di sampaikan untuk kelengkapan tulisan ini.

    Dari Aku sendiri,mohon maaf bila ada tulisan yang sekiranya tidak pas sehingga menimbulkan tafsir lain,mohon dikoreksi. Dan akhir tulisan “Selamat jalan Mas”

  1. redbike92
    5 September 2012 pukul 19:36

    walah, ternyata kakaknya oom Kelana pemuda teladan tahun 1993. Wah dari riwayat hidupnya. Memang bener2 patut jadi teladan.
    Keren kakaknya oom Kelana. Angkat helm ane😀

    • 5 September 2012 pukul 21:06

      Terimakasih Mas Felix atas apresiasinya. Mudah mudahan di masa masa berikut ada Suroto Suroto lain yang lebih hebat dari Suroto yang kakak Saya,lebih berguna bagi masyarakat disekitarnya. Sepertinya belum terlambat untuk memulainya.

  2. GMC
    6 September 2012 pukul 20:38

    Patut diacungi jempol…
    Bro untuk menjalin silaturahmi antar sesama, salam kenal dari Gombong Motor Community (GMC). untuk lebih lengkapnya kunjungi web kami di http://www.gombongmotorcommunity.com
    kalau boleh kita tukaran link
    Trim’s

    • 6 September 2012 pukul 22:18

      Terimakasih. Salam kenal juga Sobat Sobat di GMC. Berbahagia sekali bertambah satu lagi sobat community. Webnya langsung meluncur ke TKP. Tukar lingk dibolehkan. Nanti saya tampilkan.

  3. GMC
    7 September 2012 pukul 16:32

    Wokeyyy bro..trima kasih sebelumnya…link sobat juga udah saya tampilkan..salam persaudaraan bro

    • 7 September 2012 pukul 19:56

      Sama sama Sob, Jaya GMC…!!!

  4. GMC
    7 September 2012 pukul 20:09

    Wokeyy bro…trims

  5. 31 Januari 2013 pukul 17:03

    I am really inspired with your writing talents as smartly as
    with the layout for your weblog. Is this a
    paid topic or did you modify it yourself? Anyway keep up the excellent high quality writing,
    it’s rare to look a great weblog like this one nowadays..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: