Pulang Ke Kotaku


    Tulisan lanjutan dari perjalanan mudik 2012. Sempat jeda beberapa hari🙂 kali ini mumpung belum ngantuk,lanjut bagian ke dua.

    Pagi pagi lepas subuh tanggal 17 agustus (Merdekaa…Merdekaaa !!!) berkemas melanjutkan perjalanan. Pamitan sama keluarga Bogor. meluncur ke arah puncak menuju Cianjur. Baru beberapa km ditempuh…,motor Mas Zaenal ngadat lagi,lebih parah dari perjalanan kemarin. Sekitar dua jam berupaya namun tidak berhasil.

Sekitar Cisarua Bogor

        Akhirnya diputuskan mencari bengkel terdekat. Nasib baik ternyata masih mengikuti. Dihari libur itu ada satu bengkel kecil yang sudah buka pagi pagi. Setelah bincang singkat dengan pemilik bengkel maka berbekal tambang pinjaman dari pemilik bengkel maka ditariklah sang Jupi dari TKP menuju bengkel yang berjarak beberapa ratus meter ke depan. Dan sedikit diskusi antara mekanik & Mas Zaenal maka disimpulkan gangguan dari kompresi mesin yang tidak normal. Bergegas dikerjakan bongkar mesin,bersih bersih daleman, skir,dll.

Lagi Berobat

Bongkar Kepala Biar Nggak Mumet

    Pengerjaan sekitar setengah hari,kelar mendekati jam 12 siang jelang sholat jum’at. Tanpa ada penggantian part,beaya servis Rp 100.000. Jam 13 siang perjalanan dilanjutkan. Hingga sore sempat terjebak macet di Nagreg & malam telah melewati beberapa kota,semakin menuju ke arah timur terasa makin padat lalu lintas,mungkin karena aliran lalulintas kendaraan dari kota kota di provinsi jabar/DKI yang meluap tak tertampung hingga bikin untek untekan. Hal yang terasa mengganggu malam itu adalah masih banyak motoris (entah itu pemudik atau penduduk sekitar)yang memakai mika lampu belakang transparan.  Kalau hanya mika transparan tapi lampunya led merah itu tidak apa. Tapi kalau lampunya tetap bohlam biasa efeknya silau bukan main untuk pengendara yang di belakangnya. Menjumpai motoris yang seperti ini biasanya aku kejar & mendahului didepannya,atau juga pelan menjauh.

    Lanjut Sob..,Sudah dini hari waktu itu,sekitar jam 01.00. Sudah melewati wilayah tasikmalaya. Sempat isi bensin buat jupi & beristirahat. Mas Zaenal sempat tidur di atas motor

Sleeping Child

    Sekitar 45 menit kemudian perjalanan dilanjutkan,Mas Zaenal meluncur duluan Aku mengikuti kemudian. Beberapa km kemudian lihat Mas Zaenal kok ridingnya rada aneh,sering nengah nengah sendiri padahal jalanan kanan kiri aman,setelah di klakson mobil minggir tapi ke tengah lagi. dan terakhir terlihat hampir nyeruduk mobil dari belakang,waah…ngantuk ternyata. “Istirahat di pom depan” kataku sambil mendahului.

    Di pom bensin berikutnya ngisi bensin si orange & ganti oli sekalian cek tekanan angin serta kerengganggan rantai di Bale Santai Honda.

Cek kondisi kendaraan

Trimakasih Kang Mekanik

    Sambil menunggu ganti oli & periksa motor sempat nelpon Mas Zaenal karena nggak muncul muncul..jangan jangan nih…,ternyata Mas Zaenal memilih berhenti,mau tidur dulu di warung pinggir jalan karena sudah sangat ngantuk & khawatir hal buruk terjadi,Mas Zaenal sedikit bercerita kalau sudah tiga kali turun ke bahu jalan sedangkan kondisi lalulintas lancar. Dan disepakati nanti ketemu di pom tempat aku ganti oli. Walhasil sampai pagi Mas Zaenal tidur di warung & Aku tidur di pom bensin. Oh ya,untuk beaya ganti oli MPX Rp 31.000 untuk periksa & stel rantai di gratiskan🙂

        Pagi sekitar jam06.00. Mas Zaenal sudah muncul bersama jupinya,terlihat sudah segar. Perjalanan kami lanjutkan. suasana jawa tengah sudah terasa,pagar pagar yang dilabur putih,sepeda sepeda yang di pasar,juga dialog dialog yang terdengar dari orang orang di pinggir jalan. Terasa Jawa tengah banget. wajah wajah sumringah jelang lebaran bayak terlihat sepanjang perjalanan. hingga masuk ke Kebumen tempat tujuan Mas Zaenal dimana sudah menunggu Istri & seorang anak di rumahnya,kami berpisah. Aku melanjutkan perjalanan ke kota asalku.

Rute Perjalanan Jalur Selatan ditandai Warna Merah Tebal

Rute Perjalanan Lewat Jalur Selatan Ditandai Warna Merah Tebal

    Setelah melalui perjalanan ratusan km,akhirnya sampai juga ke kota kelahiran,Ngayogyakarta Hadiningrat.

Tugu Yogya (copas dari fanpage kota Yogyakarta)

Tugu Yogya (copas dari fanpage kota Yogyakarta)

    Berlebaran di kota asal.bersilaturahmi mengunjungi saudara,nyekar makam kedua orangtua & kakak. Mengingatkan kembali betapa pentingnya arti keluarga bagiku.

  1. redbike92
    2 September 2012 pukul 06:57

    Wao perjalanan yang menyenangkan
    Walah ternyata oom Kelana juga kelahiran Jogja😀
    wah berati punya jiwa seni yang tinggi donk:mrgreen:

    • 2 September 2012 pukul 22:56

      Perjalanan akan menyenangkan kalau badan sehat kendaraan waras & suasana mendukung. Ya lahir & besar di sana. Jiwa seninya sebatas apresiasi saja, salah satunya ya baca baca blog Sampeyan🙂 Trimakasih sudah singgah pagi pagi.

  2. 17 September 2012 pukul 21:29

    wah si blade larinya pasti kencang itu😀

    • 17 September 2012 pukul 21:32

      Gak wani Mas takut ndlosor, Nanti masuk TV gara gara itu kan nggak lucu🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: