Beranda > Melihat Sekeliling, Opiniku > DP 25%, Masalah ?

DP 25%, Masalah ?


    Dapet order dari relasi minta revo fit,farian termurah di revo series,ngambilin buat anak buah katanya. yo wes… langsung calling calling ke sana sini situ … Kegiatan yang udah sering aku kerjakan. Kok dibuat tulisan ? Lha iya soale untuk bulan ini ada perubahan yang mencolok. Apa itu ? Tak lain adalah perubahan down payment/DP untuk pembelian motor lewat pembiayaan. Cuman itu ? Iya cuman itu tapi sebagaimana kita ketahui bersama sejak tiga bulan lalu ada terbit surat edaran dari Bank Indonesia. ini lingknya otomotifnet ,So what ? ya tentu “what” banget buat pelaku bisnis finance berikut jaringannya & calon konsumen tentu saja. Lha bagaimana tidak kalau di bulan bulan lalu bawa uang satu juta ke showroom udah dapat motor itupun masih ada kembalian yang relatif banyak, kalau sekarang harus bawa uang yang lumayan buat DPnya.

Beberapa brosur price list terekam

Beberapa price list yang beredar

     Beberapa hari ini dari beberapa outlet yang Aku kunjungi sempat ngobrol sama pemiliknya. Ada yang skeptis “Saya tak bisa jualan nanti” ada yang datar datar aja “udah ada yang ngatur dari sanaNya”  ada yang tetap optimis ” ya kerjaan Saya jualan,hal kayak gini tetap harus bisa tetap jualan”

   Lalu dari sisi calon konsumen bijimane? Sejauh yang Aku tau mereka tetep lanjut,show must go on lagh🙂 ,ada yang membatalkan/menunda,itupun dengan alasan lain,bukan karene naiknya DP minimal. Misalnya Bu Saptiyah yang menunda aplikasi Varionya dengan alasan uangnya mau di “putar” dulu buat modal kreditan pakaian jelang bulan puasa besok.

JJ motor

Unit Display di salah satu outlet

    Kesimpulan sementara dari pengamatanku adalah calon konsumen tidak terlalu mempermasalahkan soal kenaikan DP yang 25% toh mereka sudah memperhitungkan kapasitasnya sendiri. Kegamangan di level penjual tidak dirasa oleh tenaga penjual yang biasa main DP tinggi. Untuk sales point/sales force yang biasa pasang spanduk hebooh DP 500 rebu ya harus menyesuaikan,kalau tidak ya… Seleksi alam yang menentukan..

  1. rusmanjay
    6 Juni 2012 pukul 10:01

    mending tabungin dulu duitnya terus beli cash😀

    • 6 Juni 2012 pukul 12:46

      Secara pribadi saya setuju beli cash, nominal komulatif pasti jauh lagh.. Trimakasih sudah singgah..

  2. redbike92
    6 Juni 2012 pukul 20:07

    betulnya DP 25% ini ada plus minusnya
    plusnya, dengan DP yang makin gede, cicilan kita makin kecil, bunga juga mkin kecil
    minusnya, kita harus siap duit gede dulu buat DP
    kalau Cash, enaknya ga ada utang
    susahnya, Duit lagnsung jadi motor, sapa tau ada keperluan mendadak atau bisa diputerin mungkin😀

    • 7 Juni 2012 pukul 01:08

      Sependapat Mas Bro..,ada +/_ nya. Matur nuwun

  3. 7 Juni 2012 pukul 01:31

    kes wae kang

    • 7 Juni 2012 pukul 06:48

      Baiknya cash,tapi kadang dilema..,uang belum cukup tapi kebutuhan motor sangat mendesak, Bijimane ?🙂

  4. 10 Juli 2012 pukul 09:46

    saat kridit yang saya usahakan besar angsuran maksimal 1/3 gajiku dan lama angsuran maksimal 2 tahun. kalo angsuran lebih dari 1/3 gaji dikhawatirkan mengganggu stabilitas ekonomi Om, resikonya ya memang dp-nya harus lebih besar

    • 10 Juli 2012 pukul 13:36

      1/3 gaji..,memang begitu analisa amannya, & kabar terakhir yang ter update pembiayaan kendaraan banyak beralih ke syari’ah yang konon dipatok 20%,sayang sekali Saya belum sempat ngobrol sama Bos2 finance (alasane sibuk)🙂

  5. 23 Juli 2012 pukul 06:13

    saya pilih penganut aliran kreditor kang😀

    • 23 Juli 2012 pukul 06:26

      Sesuaikan saja sama kemampuan Om. Trimakasih udah mampir pagi pagi🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: