Beranda > Opiniku, Permotoran > Satu Tahun Jadi Blade Rider

Satu Tahun Jadi Blade Rider


    Bulan april 2012 segera berakhir,tanpa terasa sudah satu tahun bersama blade orange. Banyak waktu terlewati bersama si Blade.

    Sebagai modal kerja & sarana anjangsana masih sangat layak. Buat komuter berangkat & pulang ngantor,menyusuri kota Serang Cilegon Pandeglang Rangkasbitung ataupun sepanjang jalur Merak Suralaya & Anyer… itu sudah biasa,blusukan ke kampung kampung,pasar,daerah berbukit..tak terelakkan. & sepertinya aktifitas yang padat setiap hari nyaris tanpa libur ini yang memberi andil terbesar pada melonjaknya angka kilometer di panel speedometer ( terbaca 39842) Bisa di kira kira jarak rata rata harian yang ditempuh.

Beberapa hari kemudian

    Ada beberapa alasan yang mengharuskan aku beralih ke bebek satu ini. Yang Utama dikarenakan makin memburuknya kesehatan tungganganku yang lama yang kurasa sudah keteter untuk mengcover area kerja yang baru. Juga ada teman yang mau membantu untuk uang mukanya. Kebetulan juga waktu itu Aku pindah kerja yang mana ada persyaratan tak tertulis bahwa kandidat harus mempunyai kendaraan yang layak. Hal serba kebetulan itu ternyata masih berlanjut ke tahapan berikutnya…,pas datang surveyor kok ya kebetulan teman sendiri, & kebetulan berikutnya Aku bisa diterima masuk kerja.. Lah ndilalah kebetulan (lagi) diserahi wilayah yang ternyata si oranye terdaftar di situ. Maka urut urutan kejadian berikutnya Sampeyan bisa tebak kebetulan kebetulan yang terjadi di tahap tahap berikutnya.

    Lanjut cerita ya…,tentang kenapa memilih Blade berlivery Repsol.  Kali ini tidak kebetulan lagi. Pada dasarnya Aku memilih motor tidak banyak kriteria neko neko,yang penting gampang perawatan & tidak bikin dompet luluh lantak (boros maksute), jadi banyak pilihan yang bisa memenuhi dua kriteria ini,soal merk Aku tidak fanatis terhadap satu brand entah itu Y,H,atau S. Karena di keluargaku ke tiga merk itu ada semua. Hanya yang Aku perhatikan adalah harga jual kembali dari merk merk tersebut. & setelah wira wiri lihat lihat profil facebook motor yang beredar & lalu lalang di jalan maka kuputuskan milih bebek entry level keluaran honda ini. Tentang entry level ini sebenarnya juga tidak entry entry amat,beda beberapa lapis di atas Revo series (kecuali Revo AT) hanya saja design bodinya yang rada sporty itu yang bikin Aku kepincut. & terlebih lagi livery repsol terpasang menambah pekat aura motoGP pada si oranye. Padahal kalo dipikir pikir secara mesin powernya sama saja dengan revo yang sliweran di jalan, tetep wae 110 cc.  Tapi ya sudah lhawong Aku sudah madhep mantep mau sama blade.

    Singkat cerita selama satu tahun lebih beberapa hari (saat ku buat lanjutan tulisan ini) tidak ada masalah serius dengan si oranye,beberapa hal yang sudah berubah bisa ku urai di sini adalah ban dalam depan belakang sudah ganti,ban luar depan masih bawaannya ( IRC  NF 63) Belakang sudah ganti IRC NR 72 (karena ban bawaanya sudah tipis & sobek) Spion sepasang sudah diganti model fariasi (karena spion bawaanya berisik suara getaran) Kampas rem cakram sudah ganti (karena sudah habis & menggores piringan disck) Tambah rame lagi dengan tambahan sticker fariasi di beberapa bagian. Sedikit goresan di tebeng depan & goresan goresan di ujung knalpot(karena jatuh)ganti filter udara (karena sudah jadwalnya).& beberapa kali ganti busi.

    Untuk perawatan tidak ada perlakuan khusus,hanya servis rutin,ganti oli MPX  tiap 2000km (kadang kurang dikit kadang nyelonong dikit),tekanan udara ban dikontrol sesuai standart,segera dibenahi kalau ada yang dirasa tidak biasa saat riding,sering dicuci bila habis berlaga dikondisi hujan, jadi sangat sederhana perawatannya.

    Hal menyenangkan tiap kali nyemplak motor ini dengan memakai helm full face Mega pro adalah sering di lirik lirik cewek ABG  🙂  mungkin di sangka sepantaran,padahal……. & kayaknya hal itu masih nyambung dengan gurauan rekan lawasku yang sempat berujar “motormu koyok cah SMP”  woooh…

    Demikian sedikit share dariku sekedar buat intermezo & berbagi cerita,sedikit pesan dariku..,rawatlah sesuatu yang Sampeyan dapat dengan susah payah..,tidak semua orang seberuntung sampeyan. Matur nuwun..

Kategori:Opiniku, Permotoran
  1. 6 Mei 2012 pukul 18:14

    pertamax…pa gak nie

    • 6 Mei 2012 pukul 21:15

      Pertamax plus plus…,Matur nuwun previewnya

    • 6 Mei 2012 pukul 21:14

      Yup..,matur nuwun, Semangat motoGP Kencangggggggggg

  2. Bagas
    7 Mei 2012 pukul 11:35

    blade keren juga yah🙂

    • 7 Mei 2012 pukul 11:43

      Lumayan nggak mbosenin,untuk berlaga sehari hari masih nyaman,.. Trimakasih sudah mampir🙂

  3. 10 Juli 2012 pukul 09:40

    velg blade lama adalah yang terbaik dari semua velg keluaran Honda (pendapat pribadi lho). tapi sayang new blade malah pake velg kayak Revo, jadi terkesan murahan

  4. 10 Juli 2012 pukul 13:29

    Iya,pernah baca juga,disinyalir velg old blade lebih kuat..,gak tau dari sudut pandang metalurgi atau apalah gitu, mudah mudahan yang ada di old blade ku bisa lestari sampai habis umur ekonominya. Matur nuwun sudah mampir🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: