Setelah Luput Dari Maut
Mengingat ingat semenjak mengaspal jalan tahun 2007 lalu,sudah beberapa kali luput dari maut. Kalau kejadian & waktunya beragam,bisa siang ataupun malam. Tapi kali ini tidak lagi ngobrolin kronologinya,melainkan hal yang Aku rasa tiap kali luput dari kecelakaan.
Satu ilustrasi saja. Suatu siang hampir gepeng dijepit truck & angkot. Berawal mengover take truk,lagi tanggung nggak taunya trucknya juga bergerak ke tengah,sementara dari arah depan ada angkot bergerak cepat. Keputusan cepat harus di ambil.. maju apa mundur..!! Kalau mundur sepertinya bakal kesabet angkot resiko mental ke truck. Segera bergegas gas poll secepatnya mendahului truck. Dan… Selamat overtake truck tronton. Dan setelah itu jalan normal lagi.
Saat jalan normal itu terasa dingin menjalar dari tangan ke lengan,disertai detak jantung lebih keras. Sayang sekali aku bukan dokter atau ahli jiwa yang bisa menerangkan secara ilmiah Hanya saja hal seperti itu yang kurasakan tiap luput dari maut.
Peristiwa peristiwa luput dari maut itu bagiku menjadi suatu peringatan untuk berhati hati & waspada terlebih sebagian besar waktu kerja terlewati di atas motor. Thank’s Allah for loving me…
Blade Di Tahun Ke Dua
Masuk ke bulan april,tidak terasa dua tahun sudah berpartner dengan honda blade. Selama dua tahun banyak kisah terlewati bersama blade. Melongok odometer sudah mencapai 74xxx
lumayan juga perjalanan yang sudah ditempuh.
Secara performa masih baik,mesin masih standart belum ada yang diganti. Perawatan masih standard saja seperti di waktu waktu sebelumnya. Hanya di body yang sudah mulai berubah sedikit demi sedikit,lecet lecet di body & knalpot. gores gores didapat di parkiran & kecelakaan ringan tiga kali yang menghempaskan Aku di kerasnya aspal jalan
Tidak usah panjang lebar lagi yah… langsung lihat kondisi blade yang sempat dijepret beberapa waktu lalu,tapi maaf potretnya kurang bagus soale masih pake Hp jadul *nggak mau modal* hehehe…
Rencana ke depan akan di rekondisi body lagi agar seperti semula. Tapi nanti nunggu uang ngganggur.
Kesimpulannya… Motor ini masih cukup untuk sarana kerja sehari hari,bobot ringan easy to ride,hemat & effisien. mudah mudahan bisa bertahan lama.
Ke SnowBay
Mumpung awal bulan belum dipusingkan kerjaan… sehari keluyuran ke SnowBay di areal TMII Jakarta. Bareng kawan kawan kerja menuntaskan rencana yang tertunda dari awal tahun sekaligus family gathering.
Tempat wisata yang 70% areanya bernuansa salju. Dilengkapi berbagai permainan & wahana air.
Tempat wisata seluas 3 hektar ini sudah sangat lengkap fasilitasnya,antara lain kanteen,cafe,mushola,loker,kamar mandi & ganti,ATM,kios souvenir,wifi,sarana kesehatan dan lain sebagainya. Sedangkan anjungan khas wisata air di sini antara lainwahana flush bowl,spa zone,hurricane,VIP cabana,thyphoon river,snowbay beach dan lain lain.
Tiket masuk untuk dewasa Rp 100.000 & anak anak 85.000 di hari biasa,& Rp 120.000 untuk dewasa Rp 100.000 untuk anak anak di hari libur & hari minggu. Hanya saja acara sama kawan kawan kemarin disponsori sama perusahaan jadi gratis tis
Dan Aku rasa SnowBay ini cocok untuk penggemar permainan air,yang belum pernah ngejajal ke SnowBay sepertinya ada baiknya tempat rekreasi air ini dimasukkan ke agenda Anda … Nabungg.. nabung dululah
Sumber;
http://www.snowbay.co.id/2012/
http://travel.kapanlagi.com/jakarta/wisata/35644-snowbay-water-park-tmii.html
http://www.facebook.com/pages/SnowBay-Water-Park-TMII/276442305975?sk=photos_albums
Saat Aku Menggunakan Angkutan Umum
Suatu pagi di hari minggu yang cerah. Sesuai rencana dari minggu sebelumnya berniat ke bengkel resmi Suzuki di kota Cilegon. Sekitar jam sembilan berangkat dari rumah naik Smash yang mau dikerjakan. Lalu lintas tidak terlalu ramai pagi itu sehingga hanya sekitar tiga perempat jam perjalanan sudah sampai tujuan. Parkir & langsung ke meja pendaftaran. Sempat melihat sekilas di area workshop ternyata sudah ada antrian & ada beberapa sedang dikerjakan. Pengerjaan rencana sehari (soalnya servis besar) spare part pesanan sudah ada jadi tinggal dipasang saja ngeganti yang lama.
Belum lama duduk di ruang tunggu sambil lihat lihat motor display,Hp bunyi,ada relasi nelpon minta datang secepatnya. Walaupun lagi libur tapi untuk urusan kerja masih aku jabanin,segera keluar jalan kaki motor masih di antrian servis. Jalan ke pertigaan Sukmajaya (sekitar 2 Km) dari bengkel lanjut naik ojek menuju perum “Taman Cilegon” tidak terlalu jauh,sekitar limabelasmenit perjalanan. Hanya mengambil berkas kerjaan lalu balik lagi ke bengkel Suzuki. Ongkos ojek Rp 15,ooo pulang pergi.
Sesampainya di bengkel dapat informasi kalau ada part lain yang rusak sedangkan partnya harus pesan. apa boleh buat,motor Aku tinggal di bengkel. Menjinjing helm keluar bengkel,pulang naik angkot Rp 3000. Turun dari angkot lanjut naik ojeg sampai depan rumah Rp 5000. Jadi hari itu Aku keluar uang Rp 23.000. Saat masuk rumah Aku sempat tercenung sebentar “Untung saja Aku tidak mengandalkan transportasi umum untuk bekerja”
Mungkin ini sebagai gambaran kecil saja sebagai penjelasan kenapa sebagian besar masyarakat kita memilih motor sebagai moda transportasi sehari hari… jelas efisien & hemat
Ada tambahan ??
































Komentar Terkini